IB Kampiun, Runner up masih Panas
Teka-teki siapa juara Liga Internal di season I terjawab sudah. IB akhirnya memastikan diri sebagai kampiun meski secara mengejutkan menyerah di tangan PMO dengan skor 8-13. Kepastian juara tersebut tidak terlepas dari kekalahan saingan terdekatnya ,QA, yang menyerah 8-9 di tangan SVMO. Kekalahan IB ini tidak mempengaruhi posisinya di klasemen untuk tampil sebagai juara di edisi perdana ini. Perbedaan 6 poin tidak terkejar oleh para pesaing di bawahnya karena pertandingan hanya menyisakan 1 partai lagi.
SVMO- QA
Laga SVMO vs QA berlangsung dalam tempo yang sedikit lambat. Kedua tim berhati-hati dan tidak mau kecolongan terlebih dahulu. Mungkin hal tersebut dikarenakan tidak adanya pemain cadangan dan demi menjaga nafas dan stamina agar tetap joss selama 2×25 menit. Meski begitu, lambat bukan berarti tidak panas. Skor ketat 6-5 menghiasi akhir babak I untuk keunggulan SVMO. Ketidakhadiran Primus, bek handal QA, yang sedang menyelesaikan titian masa depannya di Jakarta, sedikit banyak mempengaruhi kekuatan pertahanan QA dan hal tersebut nyata betul dimanfaatkan oleh duet Amir dan Marijo sehingga membuat lini pertahanan QA kocar-kacir.
Pada babak II tempo permainan sedikit meninggi karena tim QA berusaha mengejar ketertinggalanannya. Namun solid dan rapatnya lini pertahanan SVMO hari itu membuat frustasi tim QA dan hanya mampu melesakkan 3 gol tambahan ke gawang SVMO, sebelum akhirnya Amir El Loco mencetak gol di injury time melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti dan mengubah skor akhir menjadi 9-8 untuk kemenangan SVMO.
Kemenangan ini merupakan revans atas kekalahan di putaran pertama dengan skor 9-10 dan semakin menguatkan sinyalemen bahwa skor akhir kedua tim memang akan selalu setipis handuk Carissa Putri…
Pencetak Gol :
SVMO :
Amir (4 gol)
Marijo (4 gol)
OG Fran
QA :
Fran (2 gol)
Asep (3 gol)
Didiet (3 gol)
PMO-IB
Sementara di laga selanjutnya, secara mengejutkan IB ditaklukkan PMO dengan skor fantastis, 8-13. Kemenangan taktik dan strategi hasil dari racikan tangan dingin manajer PMO, Rayyan Ranieri, berhasil membawa kemenangan untuk kedua kalinya sekaligus mengangkat PMO dari posisi juru kunci.
Seperti biasa, IB menampilkan komposisi full team. Namun kali ini, strategi bertahan diperlihatkan oleh IB. Tidak biasanya, Yanu kali ini dipasang sebagai center back bersama Hadi. Sementara Oki Cute lebih bermain melebar dengan mengandalkan shooting keras dari jarak jauh.
Babak pertama, kedudukan berakhir imbang 5-5. Kekuatan yang merata di setiap lini di kedua kubu membuat permainan enak untuk ditonton dan menggugah selera, seperti halnya jika kita berkunjung ke warung nasi di ujung jalan Anggrek sana. Mantaps.
Babak kedua PMO mengambil inisiatif permainan. Masuknya kembali sang legenda (biskuit kalee..), Wendy, secara signifikan mampu mengubah kendali permainan, terutama di lini depan. Bersama duetnya abadinya, Motih, lini depan PMO memporakporandakan pertahanan IB dan menyudahi permainan dengan skor 13-8.
Kemenangan ini menjadi moral kejut yang tinggi untuk PMO dalam menghadapi derby melawan QA di pertandingan terakhir. Selain itu juga derby nanti akan menjadi pertandingan terakhir untuk Adi Kayadi yang akan menjadi free agent di akhir musim ini. Gosip menyatakan, pemain dengan footwork yang menawan tersebut akan hijrah ke Werder Bremen menggantikan posisi Diego Ribas, meski ada tawaran dari klub Singapura, Geylang FC , maupun tim lokal macam Persetan Magetan dan PSK Klaten, bwahahahaha…

Pencetak Gol :
PMO :
Motih (6 gol)
Wendy (3 gol)
Purwadi ( 2 gol)
Yanuar (1 gol)
Dadi (1 gol)
IB :
Oki Cute (2 gol)
Yanu ( 2 gol)
Yandri (3 gol)
OG PMO
Selamat untuk IB.
Dan selamat berjuang dari posisi juru kunci untuk QA, PMO, dan SVMO.
Reporter : Deasy Novianti dan Nadya Mulya, Liga Internal Investigasi.
Gocekan Pak Yadi membuat para pemain IB terlena dan terhipnotis. Hati-hati QA …
Rayyan Sugangga
May 25, 2009 at 9:01 am
Apa hubungannya setipis handuk Carissa Putri dengan pertandingan SVMO- QA….ampun deh mas didiet
intan
May 25, 2009 at 9:33 am
Apapun yg terjadi Pak Yadi akan milih pindah ke PSDS aja…. (Pasti Sip Dolly Suroboyo). Alias Pulang kandang, soalnya dulu pernah maen dan jadi Capten di Persebaya ( Persis sebelahe Bayanan) He…he…….
poer
May 25, 2009 at 12:43 pm
Kita tunggu komentar Mas Primus tentang Carissa Putri
Rayyan Sugangga
May 25, 2009 at 12:47 pm